home webmail download sitemap
ProfilKegiatanPeraturan & ArtikelKeanggotaanBuletin & NewsletterInternasional
 
   Menu Utama
Home
Rubrik
Contact Us
Download
Daftar Anggota GAPMMI 2014
Organisasi GAPMMI

   Rubrik
Berita KADIN Indonesia
Berita BPOM
Berita PERDAGANGAN
Berita PERINDUSTRIAN
Berita PERTANIAN
Bisnis & Keuangan
Berita Codex Indonesia

   Artikel Terakhir
HVACR / PS Southeast Asia 2016
Member Gathering GAPMMI, 23 September 2016
Vitafoods Asia 2016
Expo Clean dan Expo Laundry 2016
Member Gathering GAPMMI - Bogor, 28 Januari 2016

   Social Networking
Find us on

   Advertising


Buku Direktori GAPMMI 2012/2013

   Statistik Situs
  Visitor : 2458485 visitors
  Hits : 23009840 hits
  Online : 7 users

   


Pertumbuhan Industri 2011 Lampaui Pertumbuhan Ekonomi
Selasa, 20 Maret 12 - oleh : admin

JAKARTA - Pertumbuhan sektor industri pengolahan non-migas sepanjang 2011 meningkat sekitar 6,83% dari tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat ketika membuka Rapat Kerja Kementrian Perindustrian dengan Pemerintah Daerah di Jakarta, Jumat (2/3).

Menurut menperin, pertumbuhan ekonomi pada tahun yang sama hanya tumbuh sebesar 6,46%. Ini adalah hasil yang membanggakan, di mana pertama kali sejak tahun 2005 pertumbuhan sektor industri non-migas bisa kembali melampaui pertumbuhan ekonomi, ujar menperin dalam Raker yang bertema "Akselerasi Industrialisasi Dalam Rangka Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi" tersebut.

Kepada Wakil Menteri Perindustrian, para pejabat Eselon I dan II di lingkup kerja Kementerian Perindustrian,serta para Kepala Dinas Perindag dan Bappeda Provinsi yang hadir, Menperin lebih jauh menyampaikan laju pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan industri non-migas pada tahun 2010 yang hanya 5,12%. Dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2005,lanjutnya. Kontribusi sektor industri pengolahan non-migas terhadap total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 20,92%.Merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya, sambungnya.

Seluruh cabang industri non-migas tahun 2011 mengalami pertumbuhan positif. Industri Logam Dasar Besi & Baja yang selama 6 tahun terakhir selalu tumbuh di bawah 5% kini mampu tumbuh sebesar 13,06%. Industri Makanan, Minuman & Tembakau tumbuh sebesar 9,19%, setelah tahun sebelumnya hanya tumbuh 2,78%. Industri Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki mampu tumbuh sebesar 7,52%, meningkat secara tajam dimana sejak 2005 terus mengalami guncangan akibat menurunnya permintaan ekspor & maraknya produk impor, sehingga pertumbuhannya hanya kurang dari 2%,.

Sementara itu, ekspor industri pengolahan non-migas sepanjang tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 24,66%, dengan nilai ekspor mencapai US$ 122,19 miliar, dan memberikan kontribusi sebesar 60,01% terhadap total ekspor nasional. Neraca ekspor positif tertinggi sepanjang tahun 2011 dicapai oleh ekspor produk Tekstil sebesar US$ 6,50 miliar dan ekspor produk Pengolahan Tembaga, Timah, dll sebesar US$ 5,30 miliar.

Kinerja investasi sektor industri pun pada tahun 2011 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Nilai investasi PMDN sektor industri sepanjang tahun 2011 mencapai
Rp 39,05 triliun, atau meningkat sebesar 52,5% dibandingkan tahun sebelumnya; sedangkan nilai investasi PMA sektor industri mencapai US$ 6,78 miliar, atau meningkat sebesar 101,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasil positif kinerja industri tersebut merupakan prestasi bersama bangsa Indonesia, yang dapat dicapai karena adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder terkait lainnya dalam rangka pengembangan industri nasional, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kinerja positif tersebut juga harus kita manfaatkan sebagai modal yang kuat dalam mendorong pertumbuhan industri yang lebih tinggi lagi pada tahun-tahun yang akan datang, tegas Menperin.

Lima strategi utama

Sejalan dengan prinsip percepatan & perluasan pembangunan ekonomi yaitu bekerja secara not business as usual, menperin menyatakan bahwa percepatan pembangunan sektor industri sangat dibutuhkan,. Percepatan yang disebut sebagai Akselerasi Industrialisasi 2012-2014 ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri sebagai katalis utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya percepatan ini dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai potensi kekuatan dan hambatan, menentukan strategi pokok akselerasi industri, menetapkan fokus akselerasi industri pada kelompok industri prioritas tertentu, membuat rencana aksi (action plan) inisiatif stratejik sesuai fokus akselerasi dimaksud, serta menentukan kebijakan afirmatif untuk mendukung pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM),.

Akselerasi Industrialisasi ini dilaksanakan melalui lima strategi utama. Strategi pertama, dengan mendorong partisipasi dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur, Kedua, dengan percepatan proses pengambilan keputusan untuk menyelesaikan hambatan birokrasi (Debottlenecking). Yang ketiga dengan melakukan reorientasi kebijakan ekspor bahan mentah dan sumber energi, lalu diikuti dengan mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing. Serta yang terakhir dengan meningkatkan integrasi pasar domestik.

Pada tahap pelaksanaannya, kelima strategi utama di atas dijalankan melalui penerapan pada enam area kebijakan, yaitu: kebijakan pengamanan industri dalam negeri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan birokrasi, penyempurnaan dan harmonisasi regulasi, kebijakan fiscal, serta pembangunan SDM Industri.

Untuk lebih mengoptimalkan potensi sektor industri nasional, akselerasi industrialisasi akan difokuskan pada 15 subsektor industri, yang dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kelompok industri prioritas, yakni yang berbasis hasil tambang, berbasis hasil pertanian dan berbasis Sumber Daya Manusia dan Pasar Domestik.

Raker ini diharapkan dapat melakukan sinkronisasi program kerja dan kebijakan percepatan pembangunan industri nasional. Demi kemajuan industri dan pembangunan ekonomi nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sumber: Kementerian Perindustrian

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Kalender

   Ketua Umum


Adhi S. Lukman

   Quote of the day
"Food probably has a very great influence on the condition of men. Wine exercises a more visible influence, food does it more slowly but perhaps just as surely. Who knows if a well-prepared soup was not responsible for the pneumatic pump or a poor one for a war?"
Georg C. Lichtenberg (1742-1799) German scientist, satirist and anglophile.

   Event

The 7th nutraceutical event for Asia, 5-6 September'17, Sands Expo & Convention Centre at Marina Bay Sands Singapore


JIFEX, 10-12 Aug'17, Jakarta Convention Center (JCC)


   Media Partner

Food Review Indonesia

   Afiliasi

PIPIMM

Food Industry Asia

 

Copyright © 2010 Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia.
All Rights Reserved.