GAPMMI - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia
Rubrik : Berita KADIN Indonesia
EPIF : Membangun Daya Saing Berkelanjutan Berbasiskan Lingkungan
Jumat, 05 Maret 10 - by : admin

JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa Kamis (04/03), meresmikan pembukaan Eco-Products International Fair (EPIF) 2010 di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta Pusat.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shiojiri Kojiro, Chairperson of the EPIF Preparatory Committee in Japan Kitayama Teisuke, yang juga Presiden Komisaris Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan Sekretaris Jenderal Asian Productivity Organization Takenaka Shigeo.



Pameran diselenggarakan sejak 4-7 Maret 2010 di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Acara ini merupakan kerja sama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan Asian Productivty Organization (APO) dan kementerian tenaga kerja dan transmigrasi RI. Juga didukung oleh para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Green Productiviy Advisory Commitee (GPAC).

Hingga tahun ini EPIF sudah berlangsung sebanyak enam kali sejak 2004, antara lain di Malaysia (2004), Thailand (2005), Singapura (2006), Vietnam (2008), Filipina (2009) dan Indonesia (2010). Renacananya, India akan menjadi tuan rumah EPIF pada 2011.

Ada 157 perusahaan dan institusi yang ikut dalam pameran, antara lain terbagi dalam beberapa bidang seperti perbankan, riset dan pengembangan, otomotif, elektronika, pertambangan dan energi, kehutanan, perkebunan, kimia, tekstil, mebel, aneka kerajinan sampai spa dan obat-obatan tradisional. Ini merupakan pameran dan konferensi lingkungan hidup terbesar di Asia.

Pada EPIF tahun ini, 36 perusahaan Jepang menampilkan berbagai produk yang menerapkan teknologi ramah lingkungan antara lain, Toyota, Sharp, Panasonic, Sanyo, Toshiba, Mitsubishi, Orix Group, Ajinomoto,
Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Itochu dan Marubeni.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi Rachmat Gobel yang menjadi Ketua Penyelenggara mengatakan bahwa Pameran EPIF 2010 adalah sebuah pameran konsep yang mengedepankan pemakaian teknologi, produk, dan jasa yang berwawasan lingkungan mulai dari proses pengerjaannya sampai menjadi sebuah produk.

Sementara itu, Hatta Rajasa dalam kata sambutannya menyatakan, saat ini produk teknologi ramah lingkungan semakin berkembang, untuk itu para pelaku usaha harus didorong untuk meningkatkan pengembangan produk yang ramah lingkungan, agar bisa bersaing di pasar global. Selain itu, penciptaan nilai tambah harus memperhatikan green productivity karena dampak nyata dari pemanasan global telah terlihat.

Hatta juga menambahkan bahwa pelaksanaan komitmen untuk mengurangi emisi gas karbondioksida hendaknya tidak menjadi beban, akan tetapi merupakan bentuk tanggung jawab dalam pemeliharaan lingkungan.

Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan, penyelenggaraan EPIF 2010 diharapkan dapat mengedukasi dan mengajak masyarakat, untuk ikut serta melindungi lingkungan dengan menggunakan barang dan jasa yang ramah lingkungan.

“Dalam beberapa dekade terakhir sumber daya alam merupakan salah satu modal utama dan pembangunan perekonomian dan dunia usaha di Indonesia selama beberapa dekade teakhir. Namun di abad 21 kita tidak dapat lagi mengandalkan SDA untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan. Ini adalah tren global, karena kita semua menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan semakin terbatasnya sumber daya alam,” tutur Menteri Perindustrian M.S Hidayat pada Konferensi Pers EPIF 2010 di Jakarta (15/6/2009).

Hidayat menilai populasi dunia masih menunjukan adanya peningkatkan sehingga kebutuhan energi, pangan dan air akan berlipat ganda.

"Tantangan terbesar diabad ini adalah bagaimana masyarakat dunia menata kembali hubungannya dengan alam dan lingkungan hidup," paparnya.


Deputi Menko Ekonomi Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawadi mengatakan bahwa Pemerintah berniat memasukan penggunaan eco produk sebagai prasyarat untuk standarisasi. penerapan kebijakan penggunaan eco produk sebagai prasyarat standarisasi akan membuat barang luar yang masuk ke Indonesia terseleksi sehingga tidak menjadi beban lingkungan.

"Kita lakukan seleksi, ada ketentuan standar, ketentuan kadaluarsa, ketentuan kesehatan, ada ketentuan karantina, dan semua itu sudah kita lakukan," lanjut Edy.

Sumber: www.kadin-indonesia.or.id
GAPMMI - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia : http://www.gapmmi.or.id
Versi Online : http://www.gapmmi.or.id/?pilih=lihat&id=7