GAPMMI - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia
Rubrik : Berita Codex Indonesia
Indonesia Selenggarakan Sidang ke-25 CCPFV
Jumat, 17 Desember 10 - by : admin
JAKARTA - Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi co host sidang komite Codex. Sejak pertama kali merintisnya pada akhir tahun 2008, Indonesia akhirnya ditetapkan menjadi penyelenggara sidang ke-25 Codex Committee on Processed Fruits and Vegetables (CCPFV), bekerja dengan host government-nya yaitu Amerika Serikat. Sidang CCPFV dilaksanakan di Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Denpasar, Bali tanggal 25-29 Oktober 2010. Sidang CCPFV dipimpin oleh Dr. Richard Boyd, dari USDA dan Vice Chairman Prof. Purwiyatno Hariyadi dari Indonesia. Sidang yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari 48 negara dan beberapa organisasi internasional ini akan berlangsung hingga tanggal 29 Oktober 2010. Sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan working group tanggal 23-24 Oktober 2010 di tempat yang sama.


Dr. Bambang Setiadi, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang merupakan Ketua Panitia Nasional Codex Indonesia menyampaikan sambutan pembukaan dengan dan menyampaikan bahwa ini merupakan pertama kali bagi Indonesia menjadi co host sidang komite Codex, biasanya sidang ini diselenggarakan di Amerika Serikat. Selanjutnya Bambang Setiadi menekankan pentingnya sidang CCPFV sebagai komite komoditi dalam Codex yang bertanggung jawab mengembangkan standar internasional di bidang pengolahan buah dan sayuran. Berdasarkan perjanjian WTO, standar yang dikembangkan oleh CCPFV dan diadopsi oleh Codex Alimentarius Commission akan digunakan sebagai referensi oleh seluruh Negara dalam perdagangan pangan internasional.

Ms. Karen Stuck, US Codex Manager menambahkan bahwa pelaksanaan co host sidang CCPFV terlaksana atas kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat. Selanjutnya Dr. Karen Hulebak, Chairperson Codex Alimentarius Commission menegaskan bahwa mandat Codex adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menjamin praktek perdagangan yang jujur. Dalam sidang CCPFV kali ini, ada beberapa isu penting yang harus diselesaikan seperti revisi standar komoditi dan bahan tambahan pangan untuk berbagai komoditi buah dan sayuran olahan. Karen mendorong agar dalam pembahasannya setiap Negara memperhatikan keputusan CAC khusunya mengenai format standar komoditi. Sebagai organisasi yang berdasarkan ilmiah, Karen juga mendorong kepada CCPFV untuk mengambil keputusan berdasarkan justifikasi ilmiah dan berupaya mencapai konsensus.

Dr. Alex SW Retraubun, Wakil Menteri Perindustrian secara resmi membuka sidang CCPFV. Wakil Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa pelaksanaan co hosting CCPFV akan membuat kegiatan Codex mendapatkan prioritas yang tinggi serta meningkatkan partisipasi Indonesia dalam kegiatan Codex, khususnya kalangan industri. Sebagai Negara tropis, Indonesia banyak memiliki buah dan sayuran, dan industri yang terkait seperti buah kaleng, juice buah dan desiccated coconut. Indonesia telah memiliki lebih dari 7000 SNI yang sebagian besarnya mengadopsi standar internasional, dan sekitar 4%nya terkait dengan buah dan sayuran olahan. Sebagai produsen serta konsumen pangan yang besar, Indonesia telah berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Codex karena standar Codex telah menjadi referensi baik oleh pemerintah, konsumen, produsen dan perdagangan internasional. Pemerintah harus menjamin bahwa seluruh produk yang diperdagangkan di pasar harus aman dan bermutu baik. Keterlibatan di forum Codex akan membantu meningkatkan awareness seluruh pemangku kepentingan akan pentingnya keamanan dan mutu pangan.

Download:
  • Report of The 25th Session of The Codex Committe on Processed Fruits and Vegetables
  • Provisional Agenda CCPFV

    Sumber: Codex Indonesia
  • GAPMMI - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia : http://www.gapmmi.or.id
    Versi Online : http://www.gapmmi.or.id/?pilih=lihat&id=75